Jumat, 30 November 2012

HANTU?!


HANTU?!
Author  : BlackAngel,Genre: comedy, horror ,Main cast : All member BIG BANG, Ratting: Semua umur, Oneshoot.
Warning! Cerita ini sungguh aneh, gaje bin ajaib dan typo(s). Author masih belajar tulisan korea jadi mohon di maklumi ya kalo tulisannya ngawur #plak!. Oke langsung aja kita ke cerita. HAPPY READING! ^^~
Suatu malam di kota Seoul, tepatnya di Dorm milik boyband terkenal Korea BIG BANG, 4 namja sedang berada di ruang keluarga, yaitu, Seungri, Taeyang, TOP dan Daesung. Ada yang sedang bermain, membaca Artikel, dan ada juga yang sedang mengutak-utik notebooknya sambil senyum-senyum sendiri. Sedangkan Jiyong hanya ingin di kamar entah sedang apa.
                “ YEAH!!! I WIN AGAIN!!! WOHOOOO!” teriak Seungri girang saat ia kembali menang melawan Daesung.
                “yak! Seungri-a! kecilkan sedikit suaramu! Brisik sekali.” Kata TOP datar tanpa berpaling dari buku bacaan yang ia sedang baca saat ini. Seungri langsung diam mendengar perkataan dari TOP, sedangkan Daesung cekikikan melihat tingkah Seungri yang seperti itu.
                “Dae hyung, sesuai kesepakatan, permintaanku harus kau kabulkan.” Kata Seungri riang. Yang tadinya Daesung cekakakn sekarang menatap seungri dan menatapnya datar.
                “baiklah. Tapi jangan yang aneh-aneh! Arasseo!” jawab Daesung. Seungri dengan semangat mengangguk sambil tersenyum. Daesung dan Taeyang melihat tingkah magnae nya yang seperti itu hanya bisa tersenyum karena tingkahnya sangat lucu.
                “eum… aku ingin… ah! Aku ingin…”
JEDER!
Belum selesai Seungri menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja petir menyambar dan membuat semua yang ada di dorm kaget. Semua menghentikan aktifitasnya karena kaget.
                “wah, sepertinya akan hujan.” Taeyang akhirnya angkat bicara. Dan benar saja, selang beberapa waktu hujan turun membasahi kota Seoul saat itu. Seungri berdiri menghampiri jendela dan melihat ke luar.
                “wah benar hujan.” Katanya polos dan langsung mendapatkan tatapan aneh dari ke tiga member lainnya. Tapi Seungri sepertinya tak mengetahui itu dan tetap melihat ke luar jendela.
                “kalau itukan tak usah di periksa sambil ke luar jendela. Dari sini saja terdengar suara airnya.” Kata Daesung yang merasa aneh dengan sikap magnae mereka itu.
                “kan hanya memastikan.” Bela Seungri.
                “ckckckck, dasar.” Kata Taeyang sambil tersenyum. Seungri kembali duduk di bawah bersebelahan dengan Daesung. Ia kemudian mematikan PS yang masih menyala.
                “oh ya, tadi kau mau minta apa?” tanya Daesung ke pada Seungri yang tadi kalimatnya terputus karena petir.
                “oh, aku ingin…”
JEDER!
Suara petir kembali menyambar memotong kembali kalimmat Seungri. Kali ini suranya lebih keras dan di ikuti oleh cahaya yang sangat terang.
                “astaga! Apakah akan terjadi sesuatu?” akhirnya TOP angkat bicara.
Cklek!
Lampu di dorm BIG BANG tiba-tiba saja mati. Dan itu membuat mereka merasa tidak nyaman terutama Daesung, karena dia takut gelap.
                “Ash! Kenapa mati! Aku kan belum meminta keinginanku kepada Daesung hyung. benarkan hyung? lho hyung?” ia mencari cari Daesung yang entah di mana karena saat itu sangat gelap.
                “Daesung hyung? kau di mana?” tanya Seungri yang kebingungan karena Daesung tidak ada. Ia enggan beranjak dari duduknya karena takut akan menabarak benda-benda lain.
                “ia di sini, di sebelahku.” Kata Taeyang. Daesung saat itu sedang memegang erat baju Taeyang. Di depan TOP lagi. Untungnya saat itu gelap jadi TOP ngga liat deh.
                “hyung, cepat sekali kau bisa berada di sana?” heran Seungri. Tentu saja, saat lampu tiba-tiba mati, ia langsung melompat kea rah orang yang paling dekat.
                “aish! Daesung! jangan terlalu erat menggengamnya! Sakit tahu!” kesal Taeyang karena Daesung mencengkram lengan baju Taeyang sangat erat.
                “AH! Sakit DAESUNG!” erang Taeyang kembali. Dan sepertinya TOP mengetahui itu dan langsung mebulatkan matanya agar dapat melihat dengan jelas apa yang di lakukan oleh Daesung dan Taeyang.
                “ HWA! Dae hyung, Tae hyung! apa yang kalian sedang lakukan?!” seru Seungri. Sepertinya otak kotor Seungri sedang bekerja saat ini.
                “YAK! Taeyang! Apa yang kau lakukan pada Daesung!” bentak TOP. Sepertinya TOP terpengaruh kata-kata Seungri tadi.
                “eh? Kenapa aku?! Daesung yang mencengkramku sangat kuat. Kenapa kau malah menghawatirkan Daesung? aku di sini korbannya!” kata Taeyang kesal karna bukan dirinya yang di bela melainkan Daesung. ia tahu, memang TOP sangat menyayangi Daesung tapi tak harus seperti itu juga. Tiba-tiba terjadi sesuatu.
                “kenapa kalian begitu berisik?!” katanya dengan nada datar
                “KYAAAAAAAAAAAAA” teriak Daesung dan Seungri kompak terdengar seperti suara kur anak Tk yang baru belajar bernyanyi.
                “Yack! Hyung! apa yang kau lakukan! Kau hampir membuat jantungku mau copot kau tahu?!” kata Daesung geram dengan sikap leader mereka. GD. Ia membawa senter yang ia todongkan di wajahnya plus matanya merah yang sepertinya baru bangun tidur.
                “hehe, kalian terlalu berisik. Makanya aku terbangun. Kenapa lampunya padam?” tanya GD yang kemudian duduk di samping Seungri.
                “makanya jangan tidur mulu!” kata Seungri sedikit menghina.
                “habisnya aku lelah dan tidak ada kegiatan.” Elaknya. “jadi kenapa listriknya padam?” ulang GD.
                “eum, entahlah. Mungkin ada kabel listrik yang konslet terkena sambaran petir.” Jawab TOP. GD pun hanya bisa ber-oh ria. Hening sesaat sampai akhirnya Daesung berbicara dan memecah keheningan.
                “aish! Aku bosan! Ngapain yuk!” ajaknya manja kepada ke 4 member lain.
                “ngapain? Di luar ujan, di dalem lampunya mati.” Jawab Seungri.
                “aku sih mau chating-an aja. Kkkk.” Girang Taeyang. Iapun membuka kembali notebooknya dan mencoba menyalakannya. Tapi, wajahnya berubah setelah beberapa kali memencet tombol power tapi notebooknya tak kunjung menayala.
                “aish! Kenapa ini? perasaan tadi masih bisa menyala? Apa baterainya habis? Huwaaaa! Bagaimana ini?!” rengek Taeyang saat notebooknya ternyata kehabisan baterai .
                “bhahahahaha.” Ke empat member lain menertawakan kemalangan Taeyang sedangkan Taeyang sendiri manyun karena kesal dan jengkel.
                “rasakan itu! Kau pantas mendapatkannya!” ejek Seungri puas melihat hyungnya yang malang itu. Ke empat member lainya kembali tertawa bahagia.
                “YAK! Kalian menjengkelkan!” gerutu Taeyang. Setelah puas tertawa terbahak-bahak. Keadaan kembali hening.
                “eum, bagaimana kalau kita cerita horror? Pasti seru!” timpal Seungri. Semua mata tertuju padanya.
                “eum, boleh juga. Daripada kita tak ada kegiatan?” kata GD. Yang lain mengangguk kecuali Daesung yang hanya diam seperti memikirkan sesuatu.
                “aku tidak mau!” akhirnya Daesung bersuara.
                “wae?” tanya Taeyang.
                “pokoknya aku tidak mau!” tegas Daesung.
                “ya kenapa tidak mau? Lagian ini hanya cerita, tidak mungkin menjadi kenyataan bukan?” kata GD menenangkan Daesung yang sepertinya ketakutan.
                “ya sudah kalau tidak mau, tapi kami akan tetap bercerita. Terserah kau saja mau mendengarkan, atau pergi ke kamarmu yang gelap, dingin dan mengerikan.” Kata Seungri sengaja menakut-nakuti Daesung.
                “YACK! Kenapa kau mengatakan itu!” bentak Daesung.
                “sudah kau di dekatku saja. Kau akan aman di dekatku.” Kata TOP mencoba menenangkan Daesung yang tadi di takut-takuti oleh Seungri.
                “eum, baiklah.” Kata Daesung sedikit berbisik tapi tetap dapat di dengar oleh semua. TOP pun tersenyum mendengar jawaban dari Daesung, sebenarnya rencana aslinya adalah agar bisa dekat dengan Daesung.
                “Taeyang, kau minggir.” Perintah TOP pada Taeyang.
                “hem, baiklah.” Merekapun berpindah tempat dan memposisikan dirinya masing-masing supaya nyaman. TOP duduk di samping Daesung yang masih menundukan wajahnya yang mungkin kini tengah memerah karena ulah hyungnya itu. TOP yang melihat itu sangat gemas, ia merangkul Daesung dari samping. Daesung yang merasakan itu, kemudian melihat kearah hyungnya yang juga sedang memandangnya sambil tersenyum, semburat merah kembali muncul di pipi dan kuping Daesung. Manis. Piker TOP.
                “owh, kalian sungguh manis.” Ledek GD yang melihat kedua sejolin itu sedang bermesaraan.
                “hey sudahlah, katanya mau bercerita?” kata Seungri yang mungkin jealous melihat TOP dengan Daesung tetapi GD tidak melakukannya seperti itu. ‘aish! Hyung! aku juga mau di perlakukan seperti itu oleh hyung.” runtuk Seungri dalam hati. Tapi sepertinya GD tak merasakan itu.
                “eum, baiklah mau di muali dari siapa?” tanya GD. Dan dengan semangat Seungri mengacungkan tanganya.
                “ok Seungri, silahkan bercerita.” GD memberikan senter kepada Seungri dan akhirnya Seungri mulai bercerita.
                “baiklah, sebenarnya cerita ini sudah lama aku dengar.” Kata Seungri mulai bercerita dengan nada yang di buat buat seseram mungkin. Yang lain mendengarkan dengan seksama.
                “kalian tahukan dengan keadaan sekolahku dahulu? Katanya sebelum aku masuk sekolahku, di situ pernah ada pembantaian oleh seorang pria pada wanita, lebih tepatnya pacarnya. Wanita itu bernama Lee HanSo dan pacarnya bernama Im NamGi. HanSo kekasihnya, tidak mengetahui bahwa NamGi mempunyai penyakit.” Ia menghentikan ceritanya dan menatap tajam hyung-hyungnya. Mereka menatap Seungri dengan serius sedangkan Daesung mencengkram TOP dan memebamkan wajahnya di dada TOP.
                “penyakit apa? Ayo ceritakan!” pinta Tayang. Seungri pun melanjutkan ceritanya.
                “ia mengidap penyakit PESIKOPAT!” Kata Seungri dengan nada sedikit di tekan saat bagian pesikopat. Daesung langsung bringsut ke dekapan TOP, sedangkan GD dan Taeyang kembali menyimak dengan seksama.
                “saat sedang uci coba praktek pelajaran kimia. Penyakit NamGi kambuh. Saat itu hanya dia dan pacarnya HanSo yang berada di Lab kimia. Entah setan dari mana, pisau yang di bawa NamGi untuk membelah katak, ia tusukkan ke punggung HanSo beberapa kali, tapi tidak sampai mati. Ia membiarkannya tetap hidup untuk beberapa saat. HanSo yang terus berteriak, di jambak kemudian di tusuk di bagian lehernya agar…”
                “sudahlah hentikan!”, “aku tidak ingin lagi mendengarnya.” ucap Daesung menghentikan cerita SeungRi. Semua menatap Daesung yang masih mendekap di pelukan TOP.
                “ayolah. Kenapa di hentikan? Ini sudah hampir mencapai klimaksnya!” keluh GD pada Daesung dengan sikapnya yang sedikit kekanak-kanakan atau lebih tepatnya penakut.
                “benar. Tidak apa-apa, di sini ka nada aku jadi kau tak usah khawatir.” Timpal TOP dan berhasil mendapatkan tatapan sinis dari Daesung.
                “ada hyung atau bahkan tidak ada hyung tetap saja aku takut! Tidak terpengaruh!” kata Daesung. TOP yang mendengarnya malah senyum-senyum.
                “sudah. Mau di lanjutkan atau di hentikan?” tanya Seungri.
                “lanjut!” jawab GD,TOP dan Taeyang serempak dan penuh semangat juang 45! #what!
                “ekhem! Jadi, ia mennusuk lehernya agar ia tak dapat bersuara. Kemudian ia sayat-sayat bagian wajahnya menggunakan pisau yang sama. Dengan wajah yang datar dan dingin ia menggoreskan pisaunya. Setelah puas ia akhirnya menusuk tepat di bagian dada HanSo, dan HanSo pun tewas seketika bersimbah darah. NamGi yang melihat itu, baru sadar, bahwa yang di bunuhnya adalah pacarnya sendiri. Ia menangis dan akhirnya menghumuskan pisaunya ke dadanya. Ia pun juga mati di tempat itu. Katanya arwahnya bergentayangan di sekolah dan sering menampakan dirinya di Lab kimia. Selesai.” Tutup Seungri dengan semangat.
                “eum, apakah cerita itu nyata? Apa pernah masuk Koran?” tanya Taeyang.
                “entahlah, aku hanya di ceritakan oleh kakak kelasku dulu.” Jawab Seungri enteng.
                “kemudian, siapa selanjutnya yang akan bercerita?” kata Seungri sambil melihat kea rah hyung-nyungnya. Taeyang pun angkat tangan.
                “baiklah hyung, kau akan bercerita apa?” tanya Seungri kepada Taeyang.
                “aku akan bercerita, setelah aku dari belakang. Aku sudah tidak tahan…” kata Taeyang, yang lainnya malah jatuh tersungkur mendengar pernyataan Taeyang barusan.
                “aish dasar! Cepat sana!” usir GD.
                “hyung…”
                “apa lagi?!”
                “pinjam senternya, gelap, hehe.”
                “dasar! Nih!” GD memberikan senternya yang kemudian mendapat senyuman dari bibir Taeyang. Taeyang pun pergi ke kamar mandi, sedangkan yang lainya hanya diam menunggu.
                “eum, sambil menunggu aku akan bercerita lebih dahulu bagaimana?” kata GD. Keadaan saat itu sangat gelap karena senter satu-satunya telah di bawa oleh Taeyang.
                “boleh silahkan.” Kata TOP.
                “ok. Baiklah aku mulai dari…”
                “KYAAAAAAAAAAAAA!” teriakan keras nan lantang datang dari arah kamar mandi, tepatnya dari arah Taeyang yang memotong kata-kata GD saat akan bercerita. Kemudian Taeyang berlari kea rah mereka dan duduk jongkok bersembunyi di belakang GD.
                “what?” tanya GD kepada Taeyang yang masih melihat kearah kamar mandi.
                “ta-tadi aku me-lihat, HA-NTU.” Ucap Taeyang terbata bata. Semua mata kembali menatapnya serius.
                “kau serius? Kau sedang bercanda bukan?!” tegas TOP. Daesung kembali mencengkram TOP saat itu.
                “aku tidak bercanda hyung! saat aku sedang buang air tadi, ada seklebatan bayangan putih di belakangku, ku kira itu hanya cahaya saja, tapi bayangan itu mondar mandir di belakangku. Kemudian aku berbalik, bayangan itu sudah tidak ada. Saat aku akan kembali ke sini, aku tak sengaja menyandung sesuatu, ku kira itu bola, sampai aku tahu itu kepala!...”
                “KYAAAA! HENTIKAN! Aku tak mau mendengarnya, HUWAAA! Hyung bagai mana ini! di Dorm ini ada hantunya! Ayo kita pindah!” rengek Daesung kepada TOP sampai mengguncang-guncangkan tubuh TOP dan itu membuatnya pusing.
                “tenang lah chagy. Di Dorm ini tidak ada hantunya. Taeyang hanya mengada-ada saja.” Kata TOP menenangkan Daesung yang sepertinya sudah sangat ketakutan.
                “aku tak peduli! aku ingin pindah!” rengek Daesung.
                “pindah? Pindah ke mana?” tanya Seungri polos.
                “ke mana saja! Ke Dorm 2ne1 juga boleh! Pokoknya pindah!” kata Daesung histeris.
                “tapi itu tidak….”
DEEG!
                “KYAAAAAAAAAAA!” teriak Seungri yang mengagetkan semua member dan memotong kalimat GD, kemudian memeluk GD.
                “yack! Ada apa?!” tanya GD kaget.
                “ta-tadi, a-da yang lewat hyung! HUWAAAAA! Benar yang di katakn Bae hyung. di sini ada hantu.” Kata Seungri, rupanya dia melihat bayangan putih yang tadi di ceitakan Taeyang.
                “tuh kan benar! Ayo pindah!” Daesung kembali panic.
                “sudah ku katakan di sini tidak mungkin ada… KYAAAAAAA!” teriak GD. Yang lainyapun ikut berteriak karena melihat GD. Ia kejatuhan kepala dengan rambut panjang dan dapat bergerak. GD kemudian berdiri sambil menenteng kepala tadi dan tetap terus berteriak. Dan kemudian.
Ceklek!
Lampu Dorm menyala. Semua kembali terang dan dapat melihat dengan jelas ke adaan masing-masing. GD berhenti berteriak den melihat sesuatu yang aneh.
                “tunggu, GAHO! Ka-kau GAHO?! APA MAKSUD SEMUA INI?!!” kata GD bertanya pada Gaho, anjing peliharaannya.
                “yack! Bukannya itu Bos?! Kenapa kau menggunkan kain putih?! Apa yang kau lakukan?!” GD kembali bertanya pada Bos, yang juga peliharaannya. Sebuah tawa pecah dari arah Taeyang.
                “AHAHAHAHAHAHA! Ini! ini sangat konyol! Kalian sangat mudah untuk di tipu! AHAHAHAHA!” kata Taeyang sambil tertawa terbahak-bahak puas.
Flashback.
Sebenarnya yang di lakukan Taeyang saat di kamar mandi adalah mendandani Gaho dan Bos menggunakan kain putih dan wig yang entah milik siapa. Ia memberikan Gaho dan Bos biscuit untuk memancing mereka agar mereka mau mendekat dan dapat di ajak bekerja sama untuk menakut-nakuti hyung dan dongsaengnya itu.
Flashback end.
                “YACK!!! YONGBAE!!! JADI INI ULAHMU! SIALAN KAU! KURANG AJAR! BEDEBAH!” marah TOP sambil berdiri saat mereka semua di permainkan oleh Taeyang.
                “AHAHAHAHAHA! Maaf hyung, aku hilaf, hehehe…” kata Taeyang masih sambil tertawa.
                “TIADA MAAF BAGIMU! MALAM INI, KAU TIDUR DI KAMAR MANDI!” kata TOP yang seketika  membuat tawa Taeyang berhenti.
                “M-MWO! H-hyung a-aku Cuma bercana hyung. ku mohon jangan di anggap serius.” Mohon Taeyang sambil berlutut di bawah TOP.
                “AISH! TIDAK! JIYONG bantu aku. Seret dia ke kamar mandi!” printah TOP yang kemudian mendapat anggukan dari GD.
                “JANGAN HYUNG!! kumohon HYUNG!!! HYUNG!!!” teriak Taeyang saat ia di masukan ke kamar mandi.
                “HUNG! BUKA PINTUNYA! HYUNG!” rengek Taeyang sambil menggedar gedorkan pintu kamar mandi.
                “rasakan! Itu hukuman untuk mu yang membuat Daesungku ketakutan!” kata TOP.
                “hyung sudah jangan menangis.” Kata Seungri yang sedang menenangkan Daesung. sepertinya Daesung ketakutan dan shock dengan apa yang terjadi barusan.
                “sudah Daesung-a, mala mini kau tidur dengaku. Tak usah kawatir dan tak usah memikirkan Yongbae! Dia pantas mendapatkannya.” Kata TOP dan mendapat anggukan dari Daesung. merekapun masuk ke kamar masing masing kecuali Daesung yang mala mini pindah ke kamar TOP dan Taeyang yang harus tidur di kamar mandi.
~END~
Wah ceritanya kacau! Ambruadul! Gak karuan! Maaf ya, soalnya ini FF pertama saya. Dan saya masih dalam taraf belajar. Jadi mohon di maklumi ya… Thankyu for reading. And see you………………
Oh ya, don’t forget coment. OK! ~.^
               
                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar